Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sempat Jadi Bahan Tertawaan, Visi Kiai Sudja’ Kini Menjelma Jadi Ratusan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-09T07:46:08Z


Banjarsari — Sebuah visi besar kerap kali berhadapan dengan keraguan sebelum akhirnya membuktikan manfaatnya bagi peradaban. Narasi inspiratif perjalanan panjang layanan kesehatan Muhammadiyah mencatat kisah bersejarah tentang bagaimana gagasan mendirikan rumah sakit modern bagi kaum pribumi sempat menjadi bahan tertawaan di masa kolonial.


Kisah bermula ketika Haji Sudja’ memaparkan cita-citanya di hadapan KH. Ahmad Dahlan dan jajaran pengurus persyarikatan. Kala itu, gagasannya untuk mendirikan fasilitas kesehatan modern setaraf milik pemerintah kolonial Belanda terdengar mustahil di tengah keterbatasan dan ketertinggalan kaum pribumi, hingga ruang sidang sempat dipenuhi tawa keheranan.


Namun, keraguan tersebut tidak menyurutkan komitmen sang perintis. Berpegang teguh pada Teologi Al-Ma’un warisan Kiai Dahlan serta bertukar pikiran strategis bersama dr. Soetomo, H. Sudja’ memilih membuktikan visinya melalui kerja nyata dan terukur.


Ikhtiar tersebut membuahkan hasil bersejarah saat Klinik Penolong Kesengsaraan Umum (PKU) Muhammadiyah resmi berdiri pada 15 Februari 1923. Balai pengobatan sederhana tersebut tercatat sebagai tonggak awal berdirinya fasilitas kesehatan modern pertama yang dirintis dan dikelola langsung oleh kalangan pribumi di tanah air.


Pelayanan yang semula digratiskan bagi kaum duafa berkembang dengan penerapan sistem subsidi silang yang inklusif dan berkelanjutan, memastikan masyarakat lemah tetap mendapatkan hak atas pengobatan yang layak dan bermartabat.


Kini, gagasan yang seabad lalu diragukan telah bertransformasi menjadi jaringan raksasa layanan kesehatan dengan lebih dari 130 rumah sakit dan ratusan klinik PKU Muhammadiyah yang melayani jutaan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia tanpa membedakan latar belakang.

×
Berita Terbaru Update