STAFMEDIA.MY.ID - KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah tentu berupaya
untuk menjawab realita dan menampilkan prototype gerakan Islam yang modern.
Hanya saja, berjalannya waktu hingga kini. Muhammadiyah sebagai gerakan modern dalam
beberapa sisi harusnya dipertanyakan kemodernnya. Khususnya dalam perlombaan
kebaikan dibidang digitalisasi dakwah.
Dimana narasi Muhammadiyah
yaitu Islam berkemajuan di dunia maya relatif kalah gaungnya. Bila
dibandingkan dengan narasi dakwah yang lain. Narasi seperti Islam nusantara,
khilafah, manhaj sunnah, dan lain sebagainya relatif mendominasi.
Oleh karena itu, perlu adanya upaya menggaungkan narasi Islam berkemajuan
di dunia digital. Tentu stafmedia.my.id tidak mengklain satu-satunya media
Islam berkemajuan. Tapi malah berusaha menambah daftar media Islam berkemajuan.
Mengenal kata STAF
Kata STAF itu merupakan singkatan dari Shidiq, Tabligh, Amanah,
Fathanah. Lalu digabungkan dengan kata media menjadi STAFMEDIA.
Pemilihan
kata STAF itu secara filosofis terdiri dari dua alasan. Pertama alasan nilai
dan kedua alasan historis.
Secara
nilai shidiq,(integritas), tabligh (akuntabiltas), amanah (kredibelitas), dan
fathanah) itu merupakan perwujudan dari 4 sifat Rasulullah. Maka, empat sifat
itulah diharapkan menjadi landasan ikhtiar digitalisasi Islam Berkemajuan
melalui stafmedia.my.id ini.
Adapun
dari sisi historis, STAF itu terpinspirasi dari STAV di Surakarta dulu. Dikutip
dari halaman dikdasmenka, dulu di Surakarta ada pengajian yang dilembagakan
bernama SATV (sidiq, amanah, tabligh, dan vathonah). Dimana perkumpulan ini
merupakan cikal bakal Muhammadiyah di Surakarta.
Hanya
saja sebelum tahun 1921, Muhammadiyah belum diperkenankan beroprasional di luar
Yogyakarta. Maka ketika Muhammadiyah diperbolehkan beroperasi di luar
Yogyakarta oleh pemerintah Hindia Belanda waktu itu. SATV tentu berubah menjadi
Muhammadiyah.
Sekali
lagi, berbekal nilai dan inspirasi sejarah tadi. Stafmedia.my.id berusaha
menjadi wadah dalam mensyiarkan dakwah Islam berkemajuan. Sekaligus sebagai
sarana dalam berfastabiqul khairat.
Oleh: Waskito Hartono, S.Th.i
