Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Manusia dan Ilmu

Selasa, 01 Agustus 2023 | Agustus 01, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-06T23:05:17Z

pixabay.com


STAFMEDIA.MY.ID - Ada dua tugas utama yang melekat ketika diciptakan.Kedua tugas tersebut harus benar-benar  kita perhatikan dengan baik. Dua hal itu adalah beribadah kepada Allah dan menjadi khalifah di muka bumi.

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

 

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”[1]

 

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ

 

Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”[2]

 

Maka dari itu, ibadah kepada Allah dan menjadi khalifah di muka bumi adalah tugas dan amanah yang berat. Syaitan sebagai musuh utama manusia berusaha sekuat tenaga mendorong kita untuk lalai terhadap dua tujuan tersebut. Manusia didorong untuk terperosok ke dalam kehinaan dengan cara melakukan kemaksiatan kepada Allah swt dan berbuat kerusakan di muka bumi.

 

Sehingga ada sebagian manusia yang seharusnya berada dalam derajat kemulian. Malah terperosok dalam kehinaan dan kebodohan, sekali lagi karena bermaksiat kepada Allah dan berbuat kerusakan di muka bumi.

 

Untuk itu, sebagai manusia mari kita kembali kepada jalan kemulian. Adapun jalan kemuliaan dan kebahagian bisa diraih hanya dengan ilmu. AHal ini Allah swt tegaskan dengan penyataan bahwa  menjadikan Allah swt menegaskan bahwa derajat manusia terangkat dan menjadi mulia karena ilmu yang dimilikinya,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”[3]

 

Pada Abad ke 21 ini, akses terhadap ilmu luar biasa mudahnya. Sumber ilmu dalam bentuk cetak dan digital semakin mudah di akses oleh para penuntut ilmu. Bahkan dengan mengetikan kata kunci tertentu di internet saja. Pengetahuan tentang segala sesuatupun bisa di dapat.

 

Hanya saja, kemudahan dalam mengakses ilmu tersebut. Tidak membuat seluruh manusia semakin yakin, taat, dan takut kepada Allah.

 

Tentu perlu kita akui juga dengan akses ilmu yang mudah hari ini, banyak orang yang menjadi lebih baik. Mereka berusaha mengakses ilmu melalui karya-karya ulama, kemudian mengamalkan dan menyebarkannya.

 

Tapi sebaliknya, akses informasi yang begitu cepat. Memudahkan para pelaku maksiat untuk mengakses pembenaran atas perbuatannya. Bahkan menciptakan narasi dan kebenaran baru sebagai upaya mengajak manusia lainnya untuk bermaksiat bersama.

 

Realita seperti inilah yang seharusnya kita sadari. Dimana kita harus berupaya mengembalikan ilmu sebagai cahaya. Menyinari akal dan hati manusia untuk menjadi hamba Allah yang terbaik. Mendorong manusia semakin takut dan kepada Allah. Apalagi Al-Quran telah memberiakn standar jelas tentang kriteria orang yang berilmu dengan ilmunya harus seperti apa. Ayat yang dimaksud sebagai berikut

 

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

 

“Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”[4]

Oleh karena itu, mungkin kita berbangga hati atau gelar pendidikan yang diraih. Hanya saja, semua itu tidaklah sempurna itu bila tidak berdampak pada sikap kita. Terutama sikap semakin takut kepada Allah swt. Takut dalam bermaksiat dan berbuat


Oleh:  Waskito Hartono, S.Th.i

Anggota Majelis Tabligh PCM Banjarsari dan Pengajar di Pondok Pesantren At-Tajdid Banjarsari, Ciamis.


[1] QS. Ad-Dzariyat: 56.

[2] QS. Al Baqarah: 30.

[3] QS. Al-Mujadilah: 11.

[4] QS. Fathir: 28.

×
Berita Terbaru Update