Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nabi Mengajarkan Open Minded terhadap Kemajuan

Senin, 12 Februari 2024 | Februari 12, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-02-12T22:08:52Z

 



Dari perjalanan hidup Nabi Muhammad saw. dalam sirah Nabawiyah, tergambar bahwa Beliau mendorong umatnya untuk terbuka terhadap kemajuan dari berbagai sumber.


Banyak kisah yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad mendorong umatnya untuk terbuka terhadap perkembangan zamannya. Sebelumnya, mari kita telaah sebuah Hadis yang menggambarkan bagaimana kemajuan dapat diserap dari siapapun:


"طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ"

Artinya: "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224).


Dari hadis ini, terdapat dua kunci yang patut dibahas. Pertama, dalam konteks keterbukaan atau pemikiran terbuka, ilmu menjadi objek utama yang harus diambil dari berbagai sumber. Kedua, kata "muslim" dalam hadis ini merujuk pada kewajiban menuntut ilmu bagi seluruh umat Islam tanpa memandang gender atau latar belakang.


Pembebasan Tawanan Perang melalui Pengajaran Membaca


Perang Badar merupakan titik balik kemenangan umat Islam dalam sejarah. Namun, fokus kita bukanlah pada peperangan itu sendiri, melainkan pada bagaimana Nabi memperlakukan tawanan perang.


Meskipun ada perbedaan pendapat di antara para sahabat mengenai nasib tawanan, Nabi memutuskan untuk membebaskan mereka dengan syarat tertentu. Salah satu syarat tersebut adalah mengajarkan membaca dan menulis kepada anak-anak Muslim.


Keputusan ini menunjukkan perhatian Nabi terhadap ilmu pengetahuan, terutama membaca dan menulis sebagai pintu masuk menuju pengetahuan, bahkan di tengah situasi perang, tanpa memandang siapa yang mengajarkan.


Parit dalam Perang Khandaq


Dalam Perang Khandaq, umat Islam dihadapkan pada pengepungan oleh pasukan musuh yang jumlahnya mencapai 10 ribu. Salah seorang sahabat, Salman Al-Farisi, berasal dari Persia, mengusulkan pembuatan parit sekitar Madinah sebagai strategi pertahanan.


Meskipun strategi ini baru bagi bangsa Arab, Nabi menerima usulan Salman karena melihat manfaatnya dalam menghadapi pengepungan yang mengancam umat Islam.


Kesimpulan


Dari dalil dan kisah-kisah di atas, jelas bahwa Nabi Muhammad saw. mengajarkan umatnya untuk memiliki pikiran terbuka terhadap kemajuan dari berbagai sumber. Beliau mendorong keterbukaan tanpa memandang suku, ras, agama, atau latar belakang lainnya.


Sejauh mana keterbukaan harus dilakukan, merupakan topik yang dapat dieksplorasi lebih lanjut dalam artikel mendatang.

×
Berita Terbaru Update