Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Taubat Sabagai Jalan Keberuntungan

Minggu, 20 Agustus 2023 | Agustus 20, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-22T02:14:06Z

 



STAFMEDIA.MY.ID - Sebagai manusia tentu kita tidak bisa luput dari kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, berusaha kembali ke jalan yang benar dengan cara bertaubat kepada Allah swt adalah jalan yang harus ditempuh.

Apalagi, keinginan dan dorongan untuk bertaubat kepada Allah swt sejatinya adalah anugerah dan keberuntungan dari-Nya. Hal ini, Allah swt sendiri tegaskan dalam Firman-Nya melalui lisan Rasulullah saw. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an sebagai berikut:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: “Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.” [1]

Ketika telah Allah menegaskan mengambil jalan taubat adalah suatu keberuntungan. Maka sependek pengetahuan kami merenungkan hikmahnya, wujud dari keberuntungan itu terwujud pada tiga hal:

1.      Allah Menganuggerahkan Hidayah Agar Kita Bertaubat

Keinginan atau kehendak untuk bertaubat kepada Allah swt itu sejatinya tidaklah datang sendiri. Tapi tentu datangnya dari hidayah Allah. Bisa melalui lisan seseorang, bisa melalui tampilan yang kita lihat, atau musibah yang menimpa kita.

Oleh karena itu, beruntunganlah bagi mereka yang memilih jalan taubat. Kembali kepada jalan kebenaran yang Allah swt tunjukan kepadanya. . Begitu juga sebaliknya, bencana bagi mereka yang Allah biarkan dalam kesesatan. Berbangga hati dengan kemaksiatan dan keburukan yang sejatinya merugikan mereka di akhirat.

Allah swt berfirman:

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”[2]

2.      Allah Bergembira Atas Taubatnya Seorang Hamba

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah saw, beliau berkata bahwa beliau saw bersabda,

اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ

Artinya: “Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.”[3]

3. Ampunan Allah Terbentang Luas

Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

Sebagai seorang muslim, kita pernah jangan berputus dengan kasih sayang Allah. Sebesar apapun dosa kita. Pintu ampunan tetaplah terbuka lebar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw sebagai berikut:

إن الله عز وجل يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار، ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل، حتى تطلع الشمس من مغربها

Artinya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di siag hari. Dan Allah Ta’ala membentangkan tagan-Nya di siang hari untuk menerima taubat hamba yang berdosa di malam hari, sampai matahari terbit dari barat.”[4]

Syarat Taubat[5]

Adapaun syarat taubat yang harus terpenuhi menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadus-Shalihin ada tiga. Khususnya bila tidak berkaitan dengan hal-hak manusia sebagai berikut:

1.      Pertama: Meninggalkan kemaksiatan

2.      Kedua: Menyesali perbuatannya

3.      Ketiga: Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Jika hilang salah satu dari ketiga syarat ini maka taubatnya tidak sah.

Namun jika maksiat berkaitan dengan hak-hak manusia, masyarat taubatnya ada empat, yaitu ketiga syarat di atas, danmembebaskan diri dari hak orang lain, jika berupa harta atau yang semisalnya maka hendaknya dikembalikan kepada pemiliknya.



[1] QS. An Nuur (24): 31.

[2] QS. Al-Qashas (28): 56.

[3] HR. Bukhari no. 6309, Muslim no. 2747; Imam An-Nawawi, Riyadush Shalihin (Kairo, Darul Hawazy, 2006), hal 16.

[4] HR. Muslim no 2759; Ibid.

[5] Ibid hal 15.

×
Berita Terbaru Update