STAFMEDIA.MY.ID - Ketika kita mengamalkan suatu amalan. Hal penting yang harus kita
perhatikan adalah niat ikhlas karena Allah Subhanhu Wa Ta'ala. Apalagi
Allah dalam Al-Quran surat Al-Bayyinah memerintahkan untuk ikhlas beribadah
kepada-Nya:
وَمَا
أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Artinya:“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah
Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan
lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang
demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)
Adapun Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salaam menjelaskan
kepada kita bahwa setiap amal itu akan dibalas tergantung niatnya. Barangsiapa
yang beramal karena Allah dan rasul-Nya, maka amal tersebut untuk Allah dan
rasul-Nya. Tapi barangsiapa yang beramal untuk manusia atau dunia, maka amal
tersebut hanya untuk manusia dan dunia.
Pernyataan Rasulullah tersebut tercantum dalam hadisnya tentang
niat dan hijrahnya seorang laki-laki untuk calon istrinya berikut:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما
لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ
إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا
فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.
Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena
Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang
hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka
hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR.
Oleh karena itu, agar segala amal kita itu tidak sia-sia. Selalu memperbarui
dan memperbaiki niat adalah upaya terbaik yang bisa dilakukan. Walaupun niat
itu terletak di dalam hati. Sedangkan hati merupakan sesuatu yang tersembunyi.
Tapi ingatlah, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Allah berfirman:
قُلْ
إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ
Artinya: “Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam
hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” (QS. Ali Imran: 29).
Tinggal, marilah kita bermuhasabah. Tentang shalat kita, puasa
kita, zakat kita, mencari nafkah kita dan perjuangan kita lainnya. Apakah untuk
Allah dan mencari keridhaan-Nya semata atau ada yang lain.
Bila ada sedikit rasa ingin dipuji manusia dan lain sebagainya.
Maka perbaikilah. Ingatlah bila kita beribadah kepada Allah dengan penuh
keikhlasan. Pastinya Allah sediakan beragama keutamaan. Setidaknya kami
kutipkan tiga keutamaan ikhlas karena Allah. Sebagai berikut:
1.
Allah berikan pertolongan bagi orang-orang yang ikhlas
Sesulit apapun cobaan yang kita hadapi dalam menjalankan suatu
amalan ibadah. Sedangkan dalam menjalankannya kita sabar dan ikhlas. Tentu
Allah turunkan pertolongan-Nya. Hal ini terkandung dalam sabda Rasulullah saw
berikut:
إِنَّمَا
نَصَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ
وَصَلاَتِهِمْ وَإِخْلاَصِهِمْ
Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya menolong umat ini karena
orang-orang yang lemah, dengan doa mereka, dengan shalat mereka, dan dengan
keikhlasan mereka dalam beramal.”
(HR. An-Nasai').
2.
Ikhlas Syarat diterimanya Amal
Keutamaan berikutnya adalah keihlasan itu syarat diterimanya
ibadah. Bila kita telah berusaha secara maksimal. Namun yang kita kerjakan
tertolak dihadapan Allah, tentulah kita termasuk orang yang sangat merugi.
Sekali lagi, ingatlah penegasan Allah dalam surat Al-Bayyinah ayat ke 5.
Dimana kita tidak diperintahkan beribadah kecuali murni (ikhlas)
karena Allah. Adapun bunyi ayatnya telah kami kutipkan pada beberapa paragraf
sebelumnya.
3. Allah lindungi dari upaya Iblis dalam menyesatkan manusia
Orang yang ikhlas dalam beribadah kepada Allah Subḥānahu Wa
Ta’ālā, merupakan orang yang tidak akan disesatkan oleh Iblis. Hal ini
merupakan keutamaan ikhlas sebagaimana yang tercantum dalam Alquran Surat
Al-Hijr.
Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,
قَالَ
رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ
وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Artinya: “Ia (Iblis) berkata, ‘Tuhanku, oleh karena Engkau telah
memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan kejahatan terasa indah bagi
mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu
yang ikhlas (terpilih) di antara mereka.” (QS. Al-Hijr [15]: 39-40).
Kesimpulan
