Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Meraih Keutamaan Ikhlas

Kamis, 07 September 2023 | September 07, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-09-07T07:16:42Z

 



STAFMEDIA.MY.ID - Ketika kita mengamalkan suatu amalan. Hal penting yang harus kita perhatikan adalah niat ikhlas karena Allah Subhanhu Wa Ta'ala. Apalagi Allah dalam Al-Quran surat Al-Bayyinah memerintahkan untuk ikhlas beribadah kepada-Nya:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Artinya:“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

Adapun Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Salaam menjelaskan kepada kita bahwa setiap amal itu akan dibalas tergantung niatnya. Barangsiapa yang beramal karena Allah dan rasul-Nya, maka amal tersebut untuk Allah dan rasul-Nya. Tapi barangsiapa yang beramal untuk manusia atau dunia, maka amal tersebut hanya untuk manusia dan dunia.

Pernyataan Rasulullah tersebut tercantum dalam hadisnya tentang niat dan hijrahnya seorang laki-laki untuk calon istrinya berikut:

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR.

Oleh karena itu, agar segala amal kita itu tidak sia-sia. Selalu memperbarui dan memperbaiki niat adalah upaya terbaik yang bisa dilakukan. Walaupun niat itu terletak di dalam hati. Sedangkan hati merupakan sesuatu yang tersembunyi. Tapi ingatlah, tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Allah berfirman:

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ

 

Artinya: “Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” (QS. Ali Imran: 29).

Tinggal, marilah kita bermuhasabah. Tentang shalat kita, puasa kita, zakat kita, mencari nafkah kita dan perjuangan kita lainnya. Apakah untuk Allah dan mencari keridhaan-Nya semata atau ada yang lain.

Bila ada sedikit rasa ingin dipuji manusia dan lain sebagainya. Maka perbaikilah. Ingatlah bila kita beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Pastinya Allah sediakan beragama keutamaan. Setidaknya kami kutipkan tiga keutamaan ikhlas karena Allah. Sebagai berikut:

1.      Allah berikan pertolongan bagi orang-orang yang ikhlas

Sesulit apapun cobaan yang kita hadapi dalam menjalankan suatu amalan ibadah. Sedangkan dalam menjalankannya kita sabar dan ikhlas. Tentu Allah turunkan pertolongan-Nya. Hal ini terkandung dalam sabda Rasulullah saw berikut:

إِنَّمَا نَصَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاَتِهِمْ وَإِخْلاَصِهِمْ

Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya menolong umat ini karena orang-orang yang lemah, dengan doa mereka, dengan shalat mereka, dan dengan keikhlasan mereka dalam beramal.”  (HR. An-Nasai').

2.      Ikhlas Syarat diterimanya Amal

Keutamaan berikutnya adalah keihlasan itu syarat diterimanya ibadah. Bila kita telah berusaha secara maksimal. Namun yang kita kerjakan tertolak dihadapan Allah, tentulah kita termasuk orang yang sangat merugi. Sekali lagi, ingatlah penegasan Allah dalam surat Al-Bayyinah ayat ke 5.

Dimana kita tidak diperintahkan beribadah kecuali murni (ikhlas) karena Allah. Adapun bunyi ayatnya telah kami kutipkan pada beberapa paragraf sebelumnya.

3. Allah lindungi dari upaya Iblis dalam menyesatkan manusia

 

Orang yang ikhlas dalam beribadah kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, merupakan orang yang tidak akan disesatkan oleh Iblis. Hal ini merupakan keutamaan ikhlas sebagaimana yang tercantum dalam Alquran Surat Al-Hijr.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Artinya: “Ia (Iblis) berkata, ‘Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan kejahatan terasa indah bagi mereka di bumi dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas (terpilih) di antara mereka.” (QS. Al-Hijr [15]: 39-40).

Kesimpulan

×
Berita Terbaru Update