STAFMEDIA.MY.ID - Bagi seorang Muslim,
harus kita meyakini bahwa agama yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul adalah
Islam. Dimana, sejak Nabi Adam ‘alaihi Salam hingga Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wasallam, Islam memiliki pondasi yang sama yaitu tauhid. Sehingga para
Nabi dan Rasul sejak dulu telah mengajarkan tentang mentahuidkan Allah Ta’ala.
Hal ini tertuang dalam
firman Allah sebagai berikut:
وَمَا
أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا
إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu,
melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Rabb yang berhak disembah
melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku“.” (QS. Al Anbiya’:
25)
Ajaran Muhammad yang Menyempurnakan
Bila dijelaskan dengan
sederhana. Perbedaan yang terjadi tentang ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi
Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya
adalah soal syariat yang diajarkan. Layaknya bangunan dengan pondasi yang sama
namun bisa berbeda dari bentuk dan bahan atap contohnya. Satu atapnya dengan
baja ringan yang satu dengan kayu. Hanya saja, biasanya yang datang terakhir
merupakan sesuatu yang menyempurnakan dan memperbaiki yang kurang sebelumnya.
Oleh karena itu, penyempurnaan
Islam yang dibawa oleh Nabi dan Rasul terkahiir yaitu Nabi Muhammad. Bisa kita
dapati dari turunnya ayat ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan
para sahabatnya wukuf di Arafah saat melaksanakan haji wada’. Yaitu Allah
Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Allah Ta’ala berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ
دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ
دِينًا
Artinya:
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS.
Al Ma’idah: 3).
Dimana ayat di atas
tersebut menegaskan bahwa syariat Islam menegaskan bahwa Islam yang diabwa
Muhammad merupakan Islam yang sempurna dan satu-satunya agama yang diridhai
oleh Allah.
Puasa
Ramadhan dan Puasa Umat Terdahulu
Ketika Allah Ta’ala
telah mensyariatkan sesuatu kepada umat Islam dari umat terdahulu hingga Umat
Muhammad. Maka sekali lagi yang harus menjadi patokan dan keyakinan bagi
seorang muslim adalah keterangan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu
‘alaihi wasallam.
Seperti tentang
perintah berpuasa dan surat Al-Baqarah: 183
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى
الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al
Baqarah: 183).
Ayat diatas menjadi
dasar bahwa selain tentang kewajiban puasa Ramadhan. Ayat tersebut juga
mengindikasikan bahwa adanya puasa yang dilakukan oleh umat terdahulu. Sehingga
menurut Hamka puasa itu bukanlah hal yang baru.
“Dengan ini dapatlah kita fahamkan bahwasanya peraturan puasa bukanlah peraturan
yang baru diperbuat setelah Nabi M uhammad s.a.w. diutus saja, melainkan sudah
diperintahkan juga kepada ummat-ummat terdahulu. Meskipun Kitab Taurat tidak
menerangkan peraturan puasa sampai kepada yang berkecil-kecil, namun di
dalamnya ada pujian dan anjuran kepada orang supaya berpuasa.”(Tafsir
Al-Azhar, Jilid 1, halaman: 417).
Sehingga secara garis
besarnya, sejak ajaran terdahulu hingga Nabi Muhammad. Puasa pada dasarnya
merupakan sesuatu yang baik dan mulia. Hanya saja berbeda soal jumlah hari dan
waktu berpuasanya. Dimana kita
diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan dan disunnahkan dengan puasa di hari-hari
tertentu lainnya.
Kesimpulan
1. Islam
merupakan ajaran yang sempurna dan diturunkan kepada Nabi dan Rasul sejak Nabi
Adam ‘alaihi Salam hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.
2. Ada
kesamaan dalam fondasi yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul sejak dulu. Yaitu,
soal ajaran tauhid. Serta terkadang berbeda soal teknis syariat yang diajarkan.
3. Puasa
adalah contoh syariat yang sudah ada sebelum risalah kenabian Muhammad. Hanya saja
berbeda soal teknis waktu dan hari tertentunya.
4. Bagi
seorang Muslim tentu yang harus dipegangi dan diamalkan adalah syariat yang
diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Sebab Risalah Muhammad menyempurnakan dan
memurnikan risalah sebelumnya.
Oleh: Waskito Hartono, S.Th.i
