Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Agama para Rasul adalah Islam

Senin, 11 Maret 2024 | Maret 11, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-03-12T02:01:37Z

 



STAFMEDIA.MY.ID - Bagi seorang Muslim, harus kita meyakini bahwa agama yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul adalah Islam. Dimana, sejak Nabi Adam ‘alaihi Salam hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, Islam memiliki pondasi yang sama yaitu tauhid. Sehingga para Nabi dan Rasul sejak dulu telah mengajarkan tentang mentahuidkan Allah Ta’ala.

Hal ini tertuang dalam firman Allah sebagai berikut:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Artinya: Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Rabb yang berhak disembah melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku“.” (QS. Al Anbiya’: 25)

Ajaran Muhammad yang Menyempurnakan

Bila dijelaskan dengan sederhana. Perbedaan yang terjadi tentang ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya adalah soal syariat yang diajarkan. Layaknya bangunan dengan pondasi yang sama namun bisa berbeda dari bentuk dan bahan atap contohnya. Satu atapnya dengan baja ringan yang satu dengan kayu. Hanya saja, biasanya yang datang terakhir merupakan sesuatu yang menyempurnakan dan memperbaiki yang kurang sebelumnya.

Oleh karena itu, penyempurnaan Islam yang dibawa oleh Nabi dan Rasul terkahiir yaitu Nabi Muhammad. Bisa kita dapati dari turunnya ayat ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya wukuf di Arafah saat melaksanakan haji wada’. Yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Allah Ta’ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Artinya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Ma’idah: 3).

Dimana ayat di atas tersebut menegaskan bahwa syariat Islam menegaskan bahwa Islam yang diabwa Muhammad merupakan Islam yang sempurna dan satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah.

Puasa Ramadhan dan Puasa Umat Terdahulu

Ketika Allah Ta’ala telah mensyariatkan sesuatu kepada umat Islam dari umat terdahulu hingga Umat Muhammad. Maka sekali lagi yang harus menjadi patokan dan keyakinan bagi seorang muslim adalah keterangan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Seperti tentang perintah berpuasa dan surat Al-Baqarah: 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183).

Ayat diatas menjadi dasar bahwa selain tentang kewajiban puasa Ramadhan. Ayat tersebut juga mengindikasikan bahwa adanya puasa yang dilakukan oleh umat terdahulu. Sehingga menurut Hamka puasa itu bukanlah hal yang baru.

Dengan ini dapatlah kita fahamkan bahwasanya peraturan puasa bukanlah peraturan yang baru diperbuat setelah Nabi M uhammad s.a.w. diutus saja, melainkan sudah diperintahkan juga kepada ummat-ummat terdahulu. Meskipun Kitab Taurat tidak menerangkan peraturan puasa sampai kepada yang berkecil-kecil, namun di dalamnya ada pujian dan anjuran kepada orang supaya berpuasa.”(Tafsir Al-Azhar, Jilid 1, halaman: 417).

Sehingga secara garis besarnya, sejak ajaran terdahulu hingga Nabi Muhammad. Puasa pada dasarnya merupakan sesuatu yang baik dan mulia. Hanya saja berbeda soal jumlah hari dan waktu  berpuasanya. Dimana kita diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan dan disunnahkan dengan puasa di hari-hari tertentu lainnya.

Kesimpulan

1.      Islam merupakan ajaran yang sempurna dan diturunkan kepada Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam ‘alaihi Salam hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

2.      Ada kesamaan dalam fondasi yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul sejak dulu. Yaitu, soal ajaran tauhid. Serta terkadang berbeda soal teknis syariat yang diajarkan.

3.      Puasa adalah contoh syariat yang sudah ada sebelum risalah kenabian Muhammad. Hanya saja berbeda soal teknis waktu dan hari tertentunya.

4.      Bagi seorang Muslim tentu yang harus dipegangi dan diamalkan adalah syariat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Sebab Risalah Muhammad menyempurnakan dan memurnikan risalah sebelumnya.

Oleh: Waskito Hartono, S.Th.i

×
Berita Terbaru Update